20130509

Flevoland, Kawasan yang Dibangun dari Sebuah Impian


Belanda, atau Nederland, adalah sebuah negara yang terletak di bagian barat Eropa yang berdiri di atas wilayah dengan permukaan tanah yang sangat rendah. Sekitar seperempat wilayah Belanda berada di bawah permukaan laut. Kondisi ini menyebabkan meningkatnya permukaan air dan mengakibatkan terjadinya ancaman banjir saat badai menerjang. Hebatnya, negara ini mampu bertahan walaupun tidak didukung oleh kondisi alam yang menguntungkan. Hal ini mendorong Belanda untuk membuat sejumlah terobosan baru untuk mencegah terjadinya peristiwa banjir yang kerap melanda negeri itu. Salah satu terobosan yang berhasil dilakukan dan mendapat pengakuan dunia adalah di bidang reklamasi bibir pantai. Keberhasilan ini ditandai dengan lahirnya sebuah provinsi baru yang diberi nama Flevoland.

Dr. Cornelis Lely
Flevoland adalah sebuah provinsi yang berdiri di atas lahan hasil reklamasi. Hal ini dapat terwujud berkat gagasan dan kerja keras seorang insinyur sipil Belanda bernama Cornelis Lely untuk menyelamatkan penduduk dari banjir akibat badai yang selalu menerpa teluk di wilayah itu. Lely membuat ide membendung laut dengan membangun sebuah bendungan panjang yang akan menutup Zuiderzee (Laut Selatan) dan mengubahnya menjadi danau serta membangun empat polder di danau yang akan dikeringkan untuk digunakan sebagai lahan pertanian. Namun, tidak semua orang setuju dengan ide tersebut. Nelayan di sepanjang Zuiderzee khawatir proyek tersebut akan menghilangkan mata pencaharian mereka. Sementara tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa proyek tersebut dapat meningkatkan permukaan air di wilayah lain yang berada di sepanjang pantai. Pemerintah juga merasa terbebani dengan biaya yang dibutuhkan untuk proyek tersebut. Padahal tujuan dari proyek reklamasi Lely adalah untuk membangun sistem perlindungan terhadap ancaman banjir, meningkatkan sistem pengelolaan air, membangun jaringan transportasi cepat antara wilayah barat, utara, dan timur Belanda, serta memperluas lahan pertanian dan membuka lapangan kerja baru.

Karena tidak mengindahkan usulan Lely, pada tahun 1916 beberapa tanggul di sepanjang Zuiderzee akhirnya jebol dan mengakibatkan terjadinya banjir besar. Bencana ini membuka mata banyak pihak yang akhirnya memberikan dukungan terhadap gagasan yang dibuat oleh Lely. Pada tanggal 14 Juni 1918, Undang-Undang Zuiderzee akhirnya disahkan dan proyek ini secara resmi dimulai. Dibutuhkan waktu sekitar 4 tahun untuk menyelesaikan proyek tersebut. Sedikit demi sedikit wilayah laut berubah menjadi daratan luas. Pada tanggal 1 Januari 1986, lahirlah provinsi kedua belas Belanda yang juga merupakan provinsi pertama dalam sejarah yang terbentuk dari hasil reklamasi, Flevoland.

Untuk menghormati jasa Cornelis Lely, ibukota Flevoland diberi nama Lelystad. Sebuah monumen juga dibangun untuk menghormati dirinya di tempat dimana tanggul ditutup yang dilengkapi dengan tulisan, “A nation that lives, builds on its future” yang berarti “Bangsa yang mampu bertahan, membangun masa depannya”. Penduduk setempat hingga kini terus bekerja keras untuk membangun masa depan Flevoland.

Lelystad, Flevoland
Impian Dr. Lely untuk membendung dan menguras air laut yang semula dianggap oleh banyak orang sebagai upaya yang mustahil, akhirnya menjadi kenyataan meskipun pengerjaannya memerlukan waktu yang cukup lama. Ide jenius Cornelis Lely telah menjadikan Belanda sebagai pionir di bidang reklamasi dan pengelolaan wilayah perairan. Cornelis Lely akan terus dikenang dalam hati setiap warga Belanda. Bermimpilah seperti Cornelis Lely, karena sebagaimana dikatakan Eleanor Roosevelt, “The future belongs to those who believe in the beauty of their dreams.”

Referensi:

1 comment: